Prospek 2026: Penyimpanan Energi dan Fotovoltaik Menjadi Tulang Punggung Jaringan Listrik Global
Ledakan Kapasitas:Badan Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan bahwa pada tahun 2026,seluruh kapasitas pembangkitan baru bersihDi Amerika Serikat, energi terbarukan dan penyimpanan baterai akan tersedia. Penyimpanan baterai skala utilitas diperkirakan akan mencapai...65.6 GWpada akhir tahun 2026.
Menurut data dari Badan Informasi Energi AS (EIA), tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun penting di mana energi terbarukan dan penyimpanan baterai akan menyediakan seluruh kapasitas pembangkitan baru. Penyimpanan baterai skala utilitas diperkirakan akan mencapai 65,6 GW pada akhir tahun 2026, dua kali lipat kapasitas yang terlihat hanya dua tahun sebelumnya.
Industri ini bergeser menuju 'Tenaga Surya-plus-Penyimpanan' sebagai standar, didorong oleh kebutuhan daya yang sangat besar dari pusat data AI. Meskipun Wood Mackenzie memperingatkan potensi kontraksi jangka pendek karena ketidakpastian tarif, tren secara keseluruhan tetap bullish. Lithium Iron Phosphate (LFP) telah memantapkan perannya sebagai kimia yang dominan, sementara gelombang pertama baterai besi-udara berdurasi panjang mulai memasuki jaringan listrik, menjanjikan kemampuan cadangan hingga 100 jam.
Pergeseran Teknologi:Tahun 2026 menandai ekspansi komersial dariPanel surya perovskitDanTeknologi TOPCon(diperkirakan akan menguasai 70% pasar). Sementara itu, kimia non-litium sepertiion natriumDanBaterai solid-statesedang beralih dari proyek percontohan ke tahap awal memasuki pasar.
Penggerak Pasar:Pesatnya pertumbuhanPusat Data AIdan jaringan pengisian daya kendaraan listrik mendorong lonjakan besar dalam penyimpanan energi "di belakang meteran". Harga baterai telah mencapai titik terendah sepanjang masa, yaitu sekitar$70/kWh, sehingga membuat penyimpanan energi jangka panjang (LDES) menjadi lebih layak secara ekonomi.
Tren yang Sedang Berkembang:Tiongkok terus memimpin dalamTenaga Surya Terapung(mencapai 4,8 GW secara global pada tahun 2026) dan terbesar di duniaPenyimpanan Energi Udara Cairproyek-proyek, sementara Eropa berfokus padaPembangkit Listrik Virtual (VPP)dan integrasi Vehicle-to-Grid (V2G).

